Tahukah kamu, berapa banyak air yang kamu membuang didalam sehari? Tentu tak termasuk jumlahnya, bukan? Padahal, saat ini krisis air bersih jadi melanda negara kita. Hal ini disebabkan penjarahan hutan secara besar-besaran agar memicu turunnya debit air bersih yang mengalir ke sungai.

Dalam situasi seperti itu, pencemaran air makin lama hebat yang diakibatkan limbah tempat tinggal tangga dan industri. Jika kamu mengamati sungai-sungai di sekelilingmu, hanya sedikit sungai yang tetap mengalirkan air bersih. Umumnya sungai mengalirkan air kotor berwarna kecokelatan yang tidak layak mengonsumsi dan kudu langkah pengolahan yang baik dengan menggunakan Water Meter BR.

Beban lingkungan yang makin lama berat akibat pencemaran air dan hawa memicu mutu air makin lama buruk. Namun, di segi lain, kebutuhan penduduk akan air makin lama meningkat akibat peningkatan kuantitas penduduk. Oleh karena itu diperlukan kesadaran untuk memproduksi air yang kotor berikut menjadi air yang bisa untuk dikonsumsi.

Fenomena berikut sudah pasti butuh rancangan pengelolaan sumber kekuatan air yang terpadu bersama dengan perhitungkan keseimbangan air. Air pada dasarnya merupakan sumber kekuatan alam yang bisa diperbaharui dan merupakan sumber kekuatan yang sangat penting didalam kehidupan makhluk hidup di dunia ini.

Proses Pengolahan Air
Dalam sistem pengolahan air, di menentukan standar tertentu agar air layak untuk dikonsumsi. Air minum kudu memenuhi persyaratan-persyaratan dari faktor fisik, kimia, maupun biologi.
Kualitas dari faktor fisik yaitu tidak berwarna, tidak berbau, jernih, dan tidak berasa.
Kualitas dari faktor kimia yaitu air tidak mempunyai kandungan zat-zat kimia yang beracun dan bebas dari garam-garam mineral.
Kualitas dari faktor biologi yaitu air kudu terbebas dari organisme hidup penyebab penyakit.

Nah, bagaimana usaha pengolahan yang bisa dilaksanakan untuk beroleh air bersih? Di negara kita, pengolahan air bersih dilaksanakan oleh PDAM. Tahukah kamu bahwa sumber air leding dari PDAM yang bersih dan bening memang berasal dari air sungai yang berwarna cokelat, kotor, dan berbau? Perhatikan sistem pengolahan air pada gambar dibawah ini.

Berikut ini adalah gambar dari sistem pengolahan air menjadi layak konsumsi:
Tahapan Pengolahan Air Menjadi Air Bersih
Berikut ini adalah tahapan-tahapan yang dilaksanakan untuk memproduksi air yang tidak layak menjadi air bersih yang bisa dikonsumsi:
Mula-mula, air dari sungai, danau, atau air tanah dipompakan ke didalam bak prasedimentasi. Pada step ini dilaksanakan penyimpanan air dan mengendapkan lumpur atau padatan yang terbawa.
Setelah itu, air dialirkan ke didalam bak penyaring untuk mengantarai lumpur yang lebih halus dan zat pengotor yang lebih kecil.
Air bersih yang diperoleh dari hasil saringan, setelah itu diberi kaporit (senyawa kimia yang mempunyai kandungan klorin) untuk membunuh bakteri penyebab penyakit.
Air yang telah memenuhi standar bersih, lantas dialirkan ke didalam bak penampungan untuk disalurkan ke pemukiman, kantorkantor, dan pabrik (konsumen). Lakukan kesibukan berikut untuk beroleh air bersih bersama dengan langkah sederhana.

Dari percobaan diatas, kami bisa mengamati bahwa bersama dengan sistem penyaringan akan diperoleh air bersih. Banyak zat yang memicu air menjadi tidak jernih atau keruh. Oleh karena itu kudu dilaksanakan penjernihan air, karena kejernihan termasuk salah satu standar mutu fisik air minum.

Cara Menjernihkan Air yang Simpel
Alat dan bahan:
Sebuah galon minuman bekas, kerikil, pasir, arang, kapas, dan air sumur yang kotor.
Prosedur:
1. Potonglah bagian bawah galon minuman bekas.
2. Susunlah kerikil, pasir, arang, dan kapas seperti terlihatpada gambar di samping.
3. Masukkan air kotor secara perlahan melalui alat penyaringan yang telah dibuat, lantas tampung hasil penyaringannya.

Berikut ini langkah simple yang simple untuk menjernihkan air.
1. Pengendapan
Pengendapan bisa dilaksanakan bersama dengan mengendapkan air didalam bak penampungan yang bersih dan sekiranya kotor dikuras.

2. Penyaringan/filtrasi
Air yang sangat keruh karena adanya partikel tertentu tidak bisa dijernihkan hanya bersama dengan pengendapan, namun kudu penyaringan. Penyaringan dilaksanakan secara bertahap bersama dengan melalui saringan pasir halus, pasir kasar, dan batu gamping. Air awal mulanya dilewatkan didalam pasir halus lantas dilewatkan pasir kasar dan setelah itu didalam batu gamping, agar akan didapatkan air yang lebih jernih dan bersih.

3. Koagulasi
Terkadang ditemukan air tetap keruh biarpun telah dilaksanakan pengendapan dan penyaringan. Hal ini karena ukuran partikel penyebab keruh sangat kecil atau seukuran partikel koloid agar tidak bisa mengendap. Untuk mengendapkan partikel ini maka ditambahkan zat kimia yang berfungsi sebagai pengendap atau koagulan sekiranya tawas atau aluminium sulfat (Al₂(SO₄)₃⋅ 18H₂O).

By toha