Teknologi

Pemilik XL Axiata

Summary

XL Axiata adalah sebuah perusahaan operator telekomunikasi yang berdiri dan layanan pemilik XL Axia bisa digunakan di wilayah di Indonesia. Pertama kali beroperasi pada tanggal 8 Oktober 1996, XL Axiata adalah perusahaan swasta ketiga yang memiliki  layanan telepon seluler GSM […]

pemilik xl axiata

XL Axiata adalah sebuah perusahaan operator telekomunikasi yang berdiri dan layanan pemilik XL Axia bisa digunakan di wilayah di Indonesia. Pertama kali beroperasi pada tanggal 8 Oktober 1996, XL Axiata adalah perusahaan swasta ketiga yang memiliki  layanan telepon seluler GSM di Indonesia.

Sebagai pengguna XL Axiata, kamu tentu penasaran bagaimana perusahaan komunikasi ini menjadi melebar dan banyak digunakan. Bukan hanya karena menyediakan banyak pilihan program, tapi juga pelayanan yang maksimal. Berikut informasi singkat berdirinya XL Axiata.

Sejarah pendirian XL Axiata 

Awalnya, nama XL Axiata adalah PT Grahametropolitan Lestari yang didirikan pada 6 Oktober 1989. Pada saat itu, jumlah 100% saham perusahaan dimiliki oleh PT Rajawali Wira Bhakti Utama yang diketahui dimiliki Peter Sondakh.

Nah, saat Juni 1995 kepemilikan PT Rajawali Wira Bhakti Utama dialihkan pada anak perusahaannya yang bernama PT Telekomindo Primabhakti sebesar 100%. Saat itulah, PT Grahametropolitan mengubah nama perusahaannya menjadi PT Excelcomindo Pratama.

Baca juga artikel lainnya, tentang paket Akrab xl.

Pembangunan jaringan XL Axiata

Exelcomindo pada September 1995, mendapat lisensi membangun jaringan ketiga, setelah Satelindo dan Telkomsel.

Setelah adanya izin ini, di Oktober 1995 Excelcomindo  menjalin kerjasama dengan investor asing sehingga berpengaruh pada pengembangan perusahaan. Setelah persiapan beberapa saat, tanggal 8 Oktober 1996 Excelcomindo secara resmi meluncurkan sistem jaringan GSM dan diresmikan oleh Menparpostel Joop Ave.

Awalnya, produk yang dijual Excelcomindo diberi nama GSM-XL yang beroperasi di Jakarta dan sekitarnya. Tahun 1997, Excelcomindo memperluas operasinya ke beberapa kota besar seperti Semarang, Bandung, Malang, Surabaya, dan Denpasar

Maju pada bursa efek 

Terlilit hutang dan terus merugi, akhirnya Excelcomindo melakukan penawaran umum perdana di Bursa Efek Jakarta, di 29 September 2005 dengan harga Rp 100. Tidak lama setelah pencatatan itu, 21 dan 27 Oktober 2005 Rajawali lewat PT Telekomindo menjual sahamnya yaitu 31,9% kepada Telekom seharga US$ 460 juta.

Karenanya, saham milik Telekom Malaysia menjadi 56,9%, dan membuat mereka menjadi pemegang saham mayoritas dan pengendali. Lalu, dari 20% saham IPO Excelcomindo, akhirnya dibeli lagi oleh pengendali Telekom Malaysia, Khazanah Nasional sebesar 16,81%. Hal ini berimbas pada 73% saham kepemilikan Excelcomindo kini berada di Malaysia.

Berubah nama menjadi PT XL Axiata Tbk

Nama perusahaan PT Excelcomindo Pratama Tbk akhirnya berubah menjadi PT XL Axiata Tbk pada 23 Desember 2009. Pengubahan nama ini, menurut Presiden Direkturnya, Hasnul Suhaimi sebagai bentuk sinergitas sebagai anak perusahaan Axiata. Namun, ini tidak diikuti dengan perubahan nama merek dagangnya.

Untuk sampai saat ini, kepemilikan saham XL Axiata oleh Axiata Investments Indonesia sebesar 66,4%, yang tergabung dalam Axiata Group Berhad, perusahaan telekomunikasi terbesar di Asia dan publik sebesar 33,6%.Nama anak perusahaan Axiata yang beroperasi pada bidang telekomunikasi:

  • Celcom di Malaysia
  • XL di Indonesia
  • Dialog di Srilanka
  • Robi di Bangladesh
  • Smart di Kamboja
  • Idea di India
  • M1 di Singapura

Untuk susunan manajemen PT XL Axiata Tbk pada tahun 2021 mencatat nama Muhammad Chatib Basri sebagai presiden komisaris, Muliadi Rahardja sebagai komisaris independen, Jamaludin bin Ibrahim sebagai komisaris, dan nama jajaran lainnya.

Nah, itulah sejarah panjang PT XL Axiata Tbk mulai dari pertama kali berdiri sampai dengan saat menjadi salah satu operator telekomunikasi terkemuka di Indonesia yang telah meluncurkan teknologi 4.5G dan memenuhi kebutuhan penggunanya.