Membumikan Pancacita di Kampus Paradaban

Salah satu Rektor termuda PTKIN itu,  Pancacita adalah visi dan orientasi yang jadi koridor didalam menggerakkan kepemimpinannya, Pancacita berikut terbagi jadi Pancacita Bidang Akademik dan Pancacita Bidang Non-Akademik. Pancacita Bidang Akademik terdiri atas; Prodi yang andal, Moderasi beragama yang mengakar, Jejaring yang kuat, Publikasi yang aktif dan Data yang terintegrasi.

Sementara itu, Pancacita Non-Akademik terdiri atas; tempat kuliah asri, Tradisi yang terjaga, Bisnis yang produktif, Kesejahteraan yang meningkat dan Alumni yang kompetitif.

Dalam wawancara spesifik via WhatsApp, Prof Hamdan Juhannis sharing sejumlah capaian Pancacita sepanjang setahun kepemimpinanannya, berikut kutipan wawancaranya.

Sejauh mana capaian Pancacita di satu th. kepemimpinan ini Prof?

Pertama-tama, aku mengidamkan mengucapkan menerima kasih kepada semua jajaran pimpinan, sivitas akademik dan keluarga besar  Alauddin  atas kerjasama dan kerja kerasnya memajukan kampus tercinta ini, kampus peradaban.

Terkait bersama capaian Pancacita, aku mengidamkan mengawali dulu berasal dari Pancacita Non-Akademik. Salah satu prioritas kita di awal kepimpinan adalah bagaimana mewujudkan kampus yang asri. Berbagai cara udah kita lakukan bersama semua jajaran untuk mewujudkan impian tersebut. Seperti yang kini masih terus dilaksanakan adalah meyakinkan proses kerja petugas kebersihan kampus berjalan secara efektif dan membangun kesadaran kolektif bagi semua sivitas kampus berkaitan pentingnya menjaga kebersihan kampus.

Bekerjasama bersama provider mitra yang udah berpengalaman dan petugas-petugas kebersihan yang udah dibekali pelatihan khusus, mereka bekerja bersama standar profesionalitas yang baik, sebagaimana yang kita harapkan.

Tidak keluar ulang petugas-petugas kebersihan yang melalaikan tugasnya. Mereka secara reguler dikontrol oleh para pengawas kebersihan. Kondisi ini pasti jadi spirit baru bagi kita didalam rangka menciptakan kampus bersih dan asri.

Selain membenahi proses kerja petugas kebersihan, apa kiat lain mewujudkan kampus asri Prof?

Yah. Selain meyakinkan petugas kebersihan bekerja secara profesional, kita termasuk lakukan gerakan mengerti kebersihan bagi semua elemen kampus, yang sebenarnya cikal bakalnya udah terbangun sejak dicanangkannya Gerakan Bersih Kampus (GBK) pada kepemimpinan sebelumnya.

Kita gerakkan semua elemen kampus untuk penciptaan kesadaran kolektif. Berulang kali kita lakukan kerja bakti massal di mana semua stakeholder kampus kita gerakkan, kita bagi zona yang jadi tanggung jawab setiap fakultas dan lembaga.

Di ranah kemahasiswaan misalnya, Dewan Mahasiswa  Alauddin kita dorong dan sukses mewujudkan pemilihan Duta Kampus Asri yang melahirkan jargon SAMATA (Sama-Sama Ambil SampahTa’). Para Duta inilah yang banyak mendampingi aku waktu turun segera berjibaku di lapangan.

Hasilnya, perlahan tapi pasti, kampus yang kita cintai ini terlihat lebih asri, hijau, rumput-rumputnya tertib rapi gara-gara secara berkala dilaksanakan pemeliharaan, tidak keluar ulang tumpukan sampah yang kebanyakan berlindung di balik gedung-gedung kampus, tidak tersedia ulang sampah-sampah berserakan di sekitar kantin. Lapangan kampus yang jadi titik episentrum kita pastikan kebersihannya.

Selain itu, fasilitasi bersama jogging track yang tingkatkan keasrian kampus. Warga kampus yang kebanyakan lakukan jogging di luar, kini mereka dapat memakai jogging track kampus. Kesadaran pentingnya menjaga kebersihan udah terasa menyeruak di tengah-tengah kampus.

Kesadaran itu tidak hanya hadir pada lebih dari satu dosen, tapi lebih dari satu besar mahasiswa-mahasiswi kita udah terasa membuktikan asa baru pentingnya menjaga keasrian kampus. Ini pasti jadi modal awal bagi kita untuk mewujudkan kampus yang lebih asri sebagaimana kampus-kampus maju di luar negeri.

Namun demikian, didalam menata kampus yang lebih asri, masih banyak hal yang harus dibenahi; jalan-jalan di didalam kampus harus segera diperbaiki, manajemen parkir masih harus penataan lebih jauh, rambu-rambu lalu lintas didalam kampus masih memerlukan pengaturan yang lebih baik, dan juga perlunya menyediakan fasilitas-fasilitas publik bagi mahasiswa. Semua ini kita dapat benahi secara bertahap demi perwujudan kampus asri sebagaimana mimpi aku di atas.

Selain kampus yang asri, apa ulang capaian Pancacita Non-Akademik sepanjang satu th. kepemimpinan Prof?

Selain kampus asri, peningkatan kesejahteraan termasuk jadi prioritas, ikhtiar itu kita terasa bersama bersama tingkatkan upah tenaga honorer dan sekaligus tingkatkan gradenya.

Kami tingkatkan upah secara penting bersama memberi tambahan gaji sebesar 700 ribu, dan spesifik bagi operator, kita tingkatkan gradenya berasal dari 3a ke 3b. Bahkan didalam rangka tingkatkan kesejahteraan bagi para pegawai dan dosen kita, untuk pertama kalinya, kita memberi tambahan remun 13 (P1) di setiap akhir th. dan remun 13 (LKD) spesifik dosen pada pembayaran semester ganjil.

Lalu bagaimana bersama capaian Pancacita Bidang Akademik sendiri Prof?

Dalam Pancacita bidang akademik, prioritas utama sepanjang satu th. ini adalah bagaimana tingkatkan proses informasi bersama “Data yang terintegrasi”, bersama terintegrasinya information akademik maka proses controlling dan monitoring mahasiswa-mahasiswa dan dosen-dosen dapat bersama mudah dilakukan.

Misalnya saja, presentasi dan pelaporan pembelajaran pada masa pandemi ini, untuk mengontrol tingkat dan kandungan Kedatangan dosen-dosen setiap fakultas dan program pascasarjana dapat dilaksanakan bersama mudah.

Pada semester genap th. ini, kita dapat mendapatkan information yang akurat mengenai pencapaian pembelajaran kita yang dilaksanakan secara daring; berasal dari 5049 kelas, tersedia 4982 yang terisi, atau meraih 99 %. Sisanya adalah pembelajaran praktikum yang harus dilaksanakan secara offline yang dimundurkan gara-gara persoalan covid 19. Kita termasuk dapat menyajikan information bahwa kebanyakan dosen lakukan pertemuan sebanyak 15,2 persen, yang bermakna semua udah lakukan pertalian diatas 12 kali pertemuan.

Bahkan kita dapat membaca information mengenai mata kuliah berasal dari dosen yang mahasiswanya 100 prosen tetap mengikuti kuliah, atau mata kuliah bersama presentasi terendah Kedatangan mahasiswanya.

Kita termasuk dapat mentrace seberapa aktif seorang mahasiwa mengikuti mata kuliah yang mereka programkan. Tentu information akademik seperti ini selayaknya sebenarnya harus tertib dan hanya dapat bersama proses integrasi information yang baik, informasi akademik seperti ini bersama mudah dapat dibentangkan untuk ditindaklanjuti bersama kebijakan yang tepat. Begitu pula didalam proses pelaporan dosen ke depan, terutama pada penilaian BKD (Beban Kerja Dosen) dan LKD (Lembar Kinerja Dosen), dosen tidak harus ulang disibukkan bersama menscan dokumen gara-gara data-data kita udah terintegrasi didalam satu proses pada pangkalan information kita di PUSTIPAD.

Alauddin kini udah memegang akreditasi institusi A, meraih capaian berikut dan mempertahankannya pasti tidak mudah, apa kiat untuk itu Prof?

Tentu tidak mudah, akreditasi A berikut jadi tantangan tersendiri bagi kami. Salah satu usaha yang terus dilaksanakan adalah mewujudkan “Prodi yang andal” sebagaimana yang tertuang didalam salah satu Pancacita bidang Akademik.

Program belajar yang andal dan unggul, indikatornya adalah akreditasi. Dalam satu th. kepemimpinan kami, setidaknya tersedia dua jurusan baru yang udah sukses mendapatkan akreditasi, yakni Prodi PIAUD di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan dan Prodi Ilmu Falak di Fakultas Syariah dan Hukum, keduanya mendapatkan akreditasi B.

Publikasi yang Aktif termasuk jadi bagian berasal dari Pancacita Akademik yang diusung, apa hasilnya sesudah satu th. perjalanan kepemimpinan ini Prof?

Tidak tersedia pilihan lain, publikasi harus terus digenjot. Caranya, tidak hanya menyasar dosen-dosen baru, tapi termasuk dosen-dosen senior. Saat ini kita tengah lakukan program penulisan 100 buku referensi. Program itu rencananya dapat dilaksanakan setiap th. bersama seleksi ketat, terbuka dan Mengenakan standar turnitin yang ketat.

Batas plagiasi yang kita jadikan anjuran didalam penulisan buku referensi ini adalah 20 persen. Langkah ini kita lakukan demi mewujudkan buku-buku original yang berlainan bersama buku-buku yang udah ada. Program ini dikehendaki dapat menghasilkan buku-buku referensi yang pada gilirannya tidak hanya disitasi oleh lingkungan internal  Alauddin, tapi buku ini dapat dibaca oleh dunia global.

Selain itu, didalam rangka peningkatan publikasi dosen-dosen, kita terus memberi support pada rumah jurnal yang terus berpacu dan berkreasi didalam tingkatkan level sinta mereka. Saat ini, jumlah jurnal yang terakreditasi sinta terus makin tambah supaya sekarang ini udah terdapat 38 jurnal terakreditasi. Hanya saja, level sinta jurnal-jurnal berikut masih berhenti pada level sinta 2.

Kita belum miliki jurnal bereputasi internasional yang kebanyakan diasosiasikan bersama jurnal level sinta 1. Level sinta satu ini sepertinya masih jadi mimpi di kampus tercinta ini. Namun demikian, usaha menuju ke sana tengah kita lakukan. Insya Allah pada periode kepemimpinan kami, jurnal sinta 1 atau terindeks scopus jadi tujuan utama.

Penguatan Jejaring didalam Pancacita Akademik, apakah termasuk jadi prioritas didalam satu th. ini Prof?

Pastinya, sekarang ini  Alauddin tergabung didalam forum Human Capital Indonesia yang didalamnya terdapat 200 perusahaan yang siap menampung mahasiswa yang mengidamkan mengikuti Program Magang Bersertifikat (PMMB) di bermacam bidang. Dari 200 perusahaan tersebut, terdapat 20 perusahaan yang udah miliki ikatan kerjasama bersama  Alauddin.

Banyak mahasiswa kita yang berprestasi tengah lakukan magang di bermacam BUMN berikut seperti Pelindo, Angkasa Pura, Semen Tonasa, BTN, Pertamina, BRI, Perusahaan Gas Indonesia, Pegadaian, Telkom dan BUMN lainnya.

Penguatan jejaring bersama BUMN ini tidak hanya berkaitan beasiswa dan pengembangan skill mahasiswa, tapi termasuk berusaha supaya dana-dana Corporate Social Responsibility (CSR) mereka dapat mengalir untuk pengembangan  Alauddin. Selama satu th. terakhir, PLN udah mengakibatkan taman baca elektrik yang indah di tengah-tengah kampus.

Sebelum pandemi Covid 19, didalam usaha memperluas jejaring internasional sebagai salah satu pancacita akademik,  Alauddin dipercaya oleh pihak kedutaan Kanada untuk menyita bagian didalam program pertukaran pelajar di Canada.  Alauddin  jadi satu satunya kampus didalam naungan PTKIN yang mendapatkan peluang untuk mengirim mahasiswa-mahasiswanya sepanjang satu semester atau dua semester di universitas-universitas Kanada. Hanya saja, gara-gara pandemi, maka program berikut mengalami penundaan.

Di th. ini pula, kita mendirikan Unit Pengelolaan Zakat (UPZ) UIN Alauddin di bawah koordinasi segera Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Sejak berdirinya, udah berpartisipasi segera untuk menyerap zakat, infaq, sadaqah, dan sumbangan berasal dari warga kampus dan seterusnya bekerjasama bersama Pusat Pengabdian kepada Masyarakat untuk penyaluran pertolongan kepada penduduk yang terkena bencana, baik yang berbentuk alam maupun non-alam.

Oh iya Prof, sepanjang satu th. ini lebih dari satu kali mahasiswa lakukan aksi demonstrasi, terakhir adalah tuntutan pembebasan UKT, bagaimana anda meresponnya?

Gerakan mahasiswa yang menuntut pembebasan UKT adalah bagian berasal dari dinamika kampus yang harus dipikirkan solusinya secara arif dan bijaksana.

Kita tidak dulu diam berkaitan nada mereka. Suara mereka termasuk jadi pertimbangan pimpinan didalam merumuskan kebijakan yang tidak merugikan institusi sekaligus tidak abai pada kondisi dan kondisi mahasiswa. Kita tidak anti kritik, kritik konstruktif adalah bagian berasal dari proses check plus balance.

Makanya, dua ketentuan rektor berkaitan keringanan pembayaran UKT adalah wujud tanggapan dan pemihakan pimpinan pada tuntutan mahasiswa. Tentu saja, tidak mungkin menyetujui pembebasan UKT, hanya dapat memberi tambahan porsi keringanan pembayaran UKT yang penting kepada mahasiswa yang terdampak akibat pandemi.

Kami terus berusaha mencari jalan untuk meringankan beban mahasiswa sepanjang pandemi Covid-19 ini. Di awal pandemi, kita memberi tambahan paket sembako kepada mahasiswa terutama yang masih bertahan di kos-kos dan kontrakan.

Aksi kemanusiaan dan kepedulian berikut termasuk ditunjukkan oleh lebih dari satu prodi didalam lingkungan kampus. Semua ikhtiar ini membuktikan bahwa kita tidak diam bersama kondisi sukar para mahasiswa sepanjang pandemi ini.

Terakhir Prof, apa pesan dan harapan selaku Rektor kepada semua sivitas akademik dan keluarga besar Alauddin ?

Apa yang kita lakukan ini wujud kecintaan kita kepada universitas. Kita bekerja bukan untuk pencitraan diri. Kita mengidamkan Alauddin dapat sejajar bersama universitas-universitas maju baik di didalam maupun di luar negeri. Alasan untuk sejajar apalagi lebih bukanlah hal yang utopis.

Tercatat th. 2020 ini  Alauddin jadi perguruan tinggi paling diminati didalam Ujian Masuk Perguruan Tinggi Kegamaan Islam Negeri (UMPTKIN), bersama jumlah pendaftar secara keseluruhan 24,482 pendaftar. Menjadi PTKIN bersama pendaftar terbanyak adalah bukti valid yang tidak harus ulang diperdebatkan, bahwa mutu kampus kita terus meningkat.

Mari kita bumikan Pancacita demi  Alauddin yang lebih maju dan berperadaban. Seperti yang aku sering bunyikan, mari terus bersinergi, gara-gara sinergi tentunya menghadirkan energi.