Untuk mengetahui kenapa keterikatan pada brand ini sangat penting maka Anda harus memahami tingkatan levelnya. Ada 7 level sampai akhirnya konsumen mau membeli atau menggunakan produk yang dijelaskan berikut ini:

1. Menerima Konten

Level pertama adalah menerima konten yang dibuat perusahaan untuk target konsumen di berbagai media. Konten tersebut sifatnya tidak terbatas dalam bentuk video, foto, tulisan hingga sebuah audio. Secara umum konsumen akan menerima konten tersebut dari media sosial yang saat ini dimanfaatkan sebagai media branding. Tidak heran jika brand engagement lebih mudah dikembangkan berkat kemajuan media sosial. Namun tidak menutup kemungkinan konsumen akan mendapatkan konten tersebut dari website resmi perusahaan. Apapun media yang digunakan untuk menyebarkan konten tidak menjadi masalah dan bisa diterima pasar. Level ini menjadi level paling dasar sehingga konten yang diterima haruslah menarik dan membuat konsumen penasaran. Hal ini dapat mendorong kemungkinan konsumen lebih mudah masuk ke level selanjutnya.

2. Konsumen Menunjukkan Dukungannya

Setelah level dasar dimana konsumen akan menerima konten dengan memanfaatkan berbagai media. Maka masuk ke level selanjutnya yaitu adanya dukungan yang diberikan secara langsung ke brand tersebut. Potensi adanya dukungan dari pelanggan melalui brand engagement dapat berupa like, follow maupun subscribe. Konsumen bisa meninggalkan komentar pada setiap konten yang diterima sehingga lebih meningkatkan keterikatan.

Kalau konsumen sudah menunjukkan dukungan maka kemungkinan brand-brand tersebut lebih dekat semakin besar. Hal ini karena adanya respon yang diberikan secara langsung sehingga bisa diketahui oleh perusahaan. Konsumen yang menunjukkan dukungan sebenarnya memudahkan perusahaan melihat keberhasilan branding mereka. Hal ini memudahkan perusahaan mengambil keputusan untuk bisa lanjut ke level selanjutnya dan mencapai tujuan branding perusahaan.

3. Mulai Berpartisipasi dalam Percakapan

Setelah memberikan dukungan berupa like, follow, komentar maupun subscribe maka level selanjutnya adalah partisipasi. Konsumen mulai mau berpartisipasi dalam percakapan sehingga lebih dekat untuk mencapai brand engagement. Percakapan yang terjadi dalam media sosial bisa berupa memberikan komentar maupun membalas story. Diskusi-diskusi kecil ini diciptakan oleh sebuah brand sehingga muncul sebuah partisipasi dari pelanggan. Pada level ini menunjukkan kalau konsumen mulai memasuki brand bubble dan mengidentifikasi brand tersebut. Kesempatan ini sangat bagus untuk dimanfaatkan dan memberikan peluang untuk memperkenalkan diri kepada konsumen.

4. Mulai Mau Menyebarkan Informasi

Level keempat yaitu mulai mau menyebarkan informasi sebagai bentuk kecintaannya pada sebuah brand. Perusahaan tidak perlu khawatir karena konsumen tidak akan mau menyebarkan informasi negatif yang membuang waktu. Jika mereka sudah benar-benar mencintai sebuah brand maka memiliki potensi informasi positif atau informasi baik. Tanpa adanya tekanan namun dilakukan secara sukarela karena merasa sudah ada rasa dengan brand tersebut.

Level ini sudah menunjukkan kalau brand engagement mulai menemukan titik terang keberhasilan dari branding. Dengan dibantu proses penyebaran informasi membuat proses branding agency jakarta menjadi lebih cepat dan tepat sasaran. Selain itu akan menjadi tahap krusial agar bisa memperluas cakupan ke orang-orang untuk lebih mengenal brand. Apalagi informasi yang diberikan adalah informasi positif sehingga citra dari brand tersebut sangat baik. Hal ini memberikan potensi kalau brand tersebut akan banyak disukai oleh orang-orang baru tanpa dikerjakan perusahaan. Biasanya konsumen akan membagikan konten ke orang lain melalui share chat, DM dan lainnya.

5. Bersedia Hadir Secara Fisik

Konsumen akan secara sukarela membagikan konten ke orang lain kemudian naik ke level selanjutnya. Pada level ini konsumen akan bersedia hadir secara fisik ke berbagai acara yang diadakan perusahaan. Biasanya diadakan brand activation untuk mengetahui bagaimana keberhasilan dari brand engagement. Acara yang diadakan bisa beragam sesuai dengan karakteristik brand itu sendiri jadi tidak heran jika acaranya berbeda-beda. Konsumen akan semakin terikat dengan produk jika mereka sudah bersedia hadir secara fisik pada acara yang diadakan. Contohnya bersedia datang untuk mengunjungi stand, bazaar hingga berbagai kompetisi lainnya.

6. Membuat Konten Tentang Brand

Pada level brand engagement keempat dimana konsumen mulai tertarik dengan menyebarkan konten. Namun kali ini jauh lebih dari itu yaitu dengan membuat konten sendiri tentang brand tersebut. Konsumen tidak sekedar menyebarkan namun mereka membuat konten dengan kreatifitas sendiri. Keterikatan seperti ini sangat menguntungkan bagi produk karena dibantu konsumen untuk membuat konten dan promosi gratis.

Contoh sederhana produk Anda tentang makanan kemudian banyak konsumen melakukan review secara sukarela. Berbagai platform digunakan untuk membuat review tersebut sehingga membuat produk menjadi lebih dikenal meluas. Namun review yang dimaksud adalah review gratisan murni dari konsumen dan bukan menggunakan jasa influencer. Jika sudah ada konsumen yang dengan sukarela membuat konten maka engagement sudah berhasil.

7. Melakukan Transaksi Pembelian atau Penggunaan Produk

Level terakhir yaitu adanya transaksi pembelian maupun penggunaan produk sebagai tahapan akhir. Namun bukan sekedar membeli saja namun memang adanya rasa tertarik untuk terus menggunakan produk tersebut. Anda harus membedakan antara pembeli karena tertarik atau sekedar ingin mengejar diskon saja. Karena alasan ini yang membuat Anda dapat menyimpulkan apakah engagement brand-nya berhasil atau tidak.

By toha