Inilah Adab Dan Sunah Berkurban Sesuai dengan Sunah Rasulullah

Beberapa hari lagi, Eid Al-Adha 1441 Hijriah tiba segera. Dalam Idul Adha, pengorbanan hewan pengorbanan ketika beberapa Muslim melakukan haji. Pembantaian dilakukan sesuai dengan Sunnah Utusan Allah, Muhammad. Membuat pemujaan Pengorbanan Pengorbanan Pengorbanan Hewan juga sangat direkomendasikan oleh pemerintah Indonesia, karena akan sangat membantu masyarakat yang terkena dampak Covid-19.

Nah, Anda yang dalam Idul Adha 1441 H menjadi komite pengorbanan pengorbanan, wajib untuk mengetahui prosedur dan hewan pengorbanan pengorbanan ADAB menurut Sunnah Nabi Muhammad, sehingga hewan itu berlaku untuk dikonsumsi. Dalam artikel yang didistribusikan oleh Ustadz Abu Hashif Wahyudin al-Bimawi di Forum Studi Islam, menjelaskan prosedur Bab Korban Fiqih untuk mengorbankan hewan pengorbanan menurut Nabi Suna, Muhammad.

Adab Dan Sunah Berkurban Sesuai dengan Sunah Rasulullah
Adab Dan Sunah Berkurban Sesuai dengan Sunah Rasulullah

 

Inilah Adab Dan Sunah Berkurban Sesuai dengan Sunah Rasulullah

Eid Qurban akhirnya tiba. Inilah Adab Dan Sunah Berkurban Sesuai dengan Sunah Rasulullah Semarak takbir di masjid-masjid masih terdengar penuh dengan orang. Meskipun tidak boleh ada perbedaan khusus dengan Idul Fitri. Karena keduanya adalah hari-hari khusus untuk semua Muslim di dunia.

Orang-orang Muslim yang siap membeli hewan Qurban siap untuk membunuh hewan mereka dan berbagi dengan saudara-saudara mereka yang percaya. Rasul Sunnah akan diadakan lagi. Lalu, tanyakan pada Sunnah dalam penyembahan Qurban, apa itu?

Dalam waktu dekat, umat Islam di seluruh dunia akan merayakan ternak Eid Al-Adha 1441 H telah dikutip banyak untuk ibadah pengorbanan. Sebagian besar akademisi mengatakan bahwa pengorbanan hukum adalah Sunnah Mu’akadah. Sementara itu, Mazhab Hanafi menyatakan bahwa pengorbanan diperlukan untuk orang-orang yang bisa.

Terlepas dari visi yang sedikit berbeda, pengorbanan memiliki banyak manfaat kebaikan. Di antara mereka mendekati Tuhan dan menjaga hubungan antara sahabat manusia. Namun, umat Islam harus memperhatikan persyaratan hukum pengorbanan. Karena, jika suatu persyaratan tidak terpenuhi, Qurban dapat dianggap tidak valid. Apa ketentuan pengorbanan hukum? Ini penjelasannya:

Pertama, bunuh binatang dengan merugikan tempat kalung (dasar leher).

Inilah cara membunuh ototrona.

Allah Subhaanahu WA Ta’ala,

Kami melakukannya untuk bagian Anda dari unta kecerahan Allah, rasanya sangat baik dengannya, lalu sebut nama Tuhan ketika dia membunuhnya dalam keadaan permanen (dan telah dipersatukan). Kemudian, jika telah runtuh (mati), lalu makan … “(qs. Al Haj: 36)

Ibn Abbas Radhiallahu ‘Anhuma menjelaskan ayat di atas, (satu kamar) terletak tiga kaki, sedangkan kaki depan kiri diikat. (Interpretasi Ibn Kathir untuk ayat ini)

Dari Jabir bin Abdillah RadhiyAllahu ‘Anhuma, mengatakan bahwa Nabi Sallalamu’ Alaihi Wa Sallam dan teman-teman mengorbankan unta dengan posisi kaki depan kiri terikat dan tinggal dengan tiga kaki sisanya. (HR. Abu David dan Kedalaman Albani)

Kedua, bunuh hewan yang merugikan leher superior (ujung leher). Begitulah cara membunuh hewan umumnya seperti kambing, ayam dan lainnya.

Ustadz Abu Hashif Wahyudin al-Bimawi juga menulis prosedur Adab untuk membunuh hewan pengorbanan kedua, atau menyakiti leher. Prosedur untuk mengorbankan hewan-hewan ini dari Qurban dipraktikkan di Indonesia.

Sunnah pertama, bunuh dengan tangannya sendiri.

Dalam hadis, Anas berkata: “Nabi. Dia pernah berkorban dengan dua kambing dan tanduk, dia berkorban dengan tangannya sendiri, menyebutkan nama Allah dan menjawab, dan meletakkan kakinya di sisi pertanian kambing”. (SDM. Alai Muttafaq).

Pertama, pembunuhan itu disarankan untuk menghadapi qibla dan menghadapi binatang kesedihan terhadap Kiblat.

Persyaratan Sosial Muslim

Seseorang yang bertujuan untuk berkorban harus memenuhi persyaratan berikut:

Muslim: Pengorbanan adalah cara untuk mendekati Allah SWT. Karena itu, non-Muslim tidak memiliki kewajiban untuk mengorbankan diri. Beberapa hari lagi, Idul Adha 1441

Mampu: Perintah rooting lebih teratur untuk orang Islam yang berpatutan untuk membeli haiwan Qurban. Ia dianggap bahawa seseorang boleh berputar jika dia telah menyelesaikan kewajipan hidup terhadap keluarganya.

Baligh dan Bertangan: Ibadat Qurban bertujuan untuk orang dewasa yang sihat. Kemudian, orang yang belum menjadi akil baligh dan tidak dikenakan pengorbanan.

Berikut adalah beberapa adab yang harus diperhatikan apabila membunuh haiwan:

1. Dia mahu membunuh adalah pengorbanan Shohibul sendiri, jika dia mampu.

Jika tidak, maka, boleh diwakilkan oleh orang lain, dan pengorbanan Shohibul ditetapkan untuk menetapkan (apabila mampu, merah)

2. Gunakan bilah sebanyak mungkin. Semakin tajam, lebih baik.

Ini berdasarkan hadis syaddad bin aus radhiyallahu ‘anhu, bahawa Nabi Ballahu’ alaihi wa sallam berkata

“Sebenarnya, Allah terpaksa melakukan perkara-perkara yang baik dalam segala hal, jika kamu membunuh, maka kamu membunuh diri dengan ihsan, jika kamu membunuh, membunuh dengan ihsan, kamu harus tahu pembunuhanmu yang lewat dan menyenangkan.” (HR Muslim).

3. Jangan affine lembaran sebelum haiwan dikorbankan. Oleh kerana ini akan membuat anda takut sebelum dikorbankan.