Anime City Scenery

Perasaan nyaman duduk ditepian sungai, memandang lampu warna-warni disebrang jalan.

Memperhatikan aktivitas yang dilakukan beberapa orang di malam hari,

dan sendirian menghabiskan waktu hanya dengan membiarkan diri terbang bersama pikiran.

Tanpa harus dijelaskan, Anda bakal paham bahwa main charakter dari deskripsi diatas berada pada situasi yang harus dinikmati sendirian.

Ketentuan itu bakal lebih sempurna, ketika Anime City Scenery ditampilkan.

Perlu digaris bawahi, bahwa ketentuan tersebut bukan hanya untuk anime.

Melainkan menjadi detail yang dipastikan muncul untuk menunjang fokus utama film, drama dan animasi. Reruntuhan gedung, asap tebal, sampai dengan mayat yang tergeletak sembarangan.

Anime City Scenery
Anime City Scenery source fasshare.com

Pemandangan semacam itu bukan titik utama City Scenery, namun dalam beberapa film barat pengambaran itu diperlukan untuk meningkatkan sisi emosional penonton, sehingga masuk pada fokus ceritanya.

Contoh, Divergen sekuel pertama yang membuat Tris dan kelompoknya harus mulai bergerak melakukan perlawanan.

Dari awal hingga akhir, penonton bakal disuguhkan pertempuran dan muslihat jahat yang sebenarnya dilakukan oleh petinggi untuk membuat satu pemahaman baru mengenai manusia power.

 

Berhubung cerita ini mengarah pada standar itu, sudah bisa dipastikan city scenery yang ditampilkan akan sangat menyeramkan.

Berbeda cerita, ketika Anda menonton Would You Be My Love.

Series Thailand yang baru tampilkan episode pertama tersebut memang dikemas romantis, sehingga wajar jika pemandangan kota yang ditampilkan akan terkesan lebih merah muda dibandingkan film lain.

Oleh sebab itu, Anime City Scenery bakal melakukan langkah serupa untuk menunjang kesuksesan dari penceritaan utama.

 

Pada dasarnya gambaran city scenery memang perlu untuk sebuah drama, film, dan anime.

Meskipun tidak dijadikan sebagai pacuan awal, ide tersebut mesti diterapkan guna mempermudah penonton memahami konflik utama yang akan dibangun.

Disini, penonton tidak perlu mempertanyakan banyak hal, sebab lukisan yang ada terkait pemandangan yang disuguhkan sudah menjelaskan semua perasaan si main character.

Misalnya saja, drama My Ahjussi yang disambut meriah oleh kritik dan pujian atas akting IU.

 

Drama ini dari awal tidak menunjukan Lee Ji An yang diperankan IU mempunyai kecakapan berbicara.

Bahkan dengan pandainya, IU membungkus semua luka dengan tatapan dingin, wajah pucat, pakaian lusuh, hingga kalimat-kalimat pendek tetapi tajam.

Penonton tidak perlu bertanya kapan si Ji An akan menangis? Sebab, potongan city scenery yang ditampilkan sudah menjelaskan tingkat kemuakannya pada hidup.

Anime City Scenery mempunyai peluang untuk mengambarkan ide itu dengan lebih kuat, pasalnya semua bentukan anime dipenuhi oleh gambar bergerak.

Artinya, tim produksi memiliki kesempatan luas untuk mendeskripsikan perasaan si main character melalui lukisan-lukisan alam yang memang mendukung.

Nah, untuk melihat ide dari Anime City Scenery Anda bisa mendapatkannya dengan mudah karena akses mengenai konteks itu bisa dilakukan kapan dan dimana saja.

Sampai disini, apakah Anda sudah mulai paham tentang kesan yang ingin diciptakan dari awal?

Jika dilihat dengan teliti, Anda mungkin bisa mendapatkan beberapa keunikan dari setiap anime populer.

Disadari atau tidak, kekuatan anime tidak hanya berasal dari kecanggihan elemen produksi yang digunakan.

Tetapi lebih menyudut pada kemampuan si kreator dalam menerjemarkan cerita dalam sebuah pengambaran.

Anime City Scenery sendiri menjadi satu detail yang tidak terlewatkan, bahkan mereka sangat memperhitungkan pewarnaan yang bakal diwujudkan.

Kesan damai, happy inside, dan semangat seakan mewakili pengambaran kondisi dari pemeran utama.

Menariknya lagi, detail semacam itu harus diperlihatkan dalam hitungan cepat dan pendek.

Tidak bisa City Scenery memadati awal hingga akhir cerita.

 

 

By Drajad